Jaringan Serat Optik Wilayah Timur Tersambung, Latensi Turun Setengah
Pembangunan jalur serat optik bawah laut di wilayah timur selesai, menurunkan latensi koneksi ke pusat data utama hingga separuh.
Jalur serat optik bawah laut yang menghubungkan wilayah timur dengan tulang punggung jaringan nasional selesai dibangun. Pengujian awal menunjukkan latensi ke pusat data utama turun dari sekitar 90 milidetik menjadi 45 milidetik.
Dampak langsung bagi pengguna#
Penurunan latensi paling terasa pada layanan yang menuntut respons cepat: konferensi video, transaksi perbankan, dan layanan pemerintahan daring. Sebelumnya, jeda koneksi sering membuat sesi konsultasi kesehatan jarak jauh terputus.
Kapasitas dan cadangan jalur#
Jalur baru berkapasitas awal 24 terabit per detik dan dirancang dengan konfigurasi cincin, sehingga kerusakan pada satu segmen dapat dialihkan tanpa memutus layanan. Kerusakan kabel bawah laut akibat jangkar kapal adalah penyebab gangguan paling sering di kawasan ini.
Tarif belum otomatis turun#
Penyedia layanan menyatakan penyesuaian tarif ritel bergantung pada biaya jaringan akses di daratan, yang di banyak wilayah masih terbatas. Pemerintah mendorong pembangunan jaringan distribusi agar manfaat kapasitas baru sampai ke pengguna akhir.
Penulis
Dimas Aryanto
Reporter Teknologi
Fokus pada infrastruktur digital, keamanan siber, dan tata kelola data. Menulis kolom teknologi mingguan.
