Lewati ke konten utama
Teknologi Terkini

Pusat Data Nasional Tahap Dua Beroperasi, Fokus pada Pemulihan Bencana

Fasilitas pusat data nasional tahap kedua mulai beroperasi dengan fungsi utama sebagai lokasi pemulihan bencana bagi sistem pemerintahan.

Dimas Aryanto 1 menit baca
Fasilitas pusat data dengan barisan rak server
Ruang server pada fasilitas pemulihan bencana yang baru dioperasikan.Berberita/Ilustrasi

Fasilitas pusat data nasional tahap kedua mulai beroperasi. Berbeda dari tahap pertama yang menampung beban kerja utama, fasilitas ini berfungsi sebagai lokasi pemulihan bencana bagi sistem pemerintahan.

Pemisahan lokasi sebagai prinsip dasar#

Kedua fasilitas berada di zona geologi berbeda dengan jarak lebih dari 400 kilometer. Pemisahan itu dirancang agar gangguan di satu lokasi, baik karena gempa maupun kegagalan pasokan listrik, tidak menghentikan layanan publik.

Replikasi data berlangsung asinkron dengan jeda di bawah lima menit untuk sistem prioritas tinggi seperti kependudukan dan perpajakan.

Migrasi bertahap#

Sebanyak 63 instansi dijadwalkan bermigrasi dalam 18 bulan. Urutannya ditentukan berdasarkan tingkat kekritisan layanan, dengan sistem administrasi kependudukan berada di gelombang pertama.

Risiko masa transisi

Selama migrasi, sebagian instansi menjalankan sistem lama dan baru secara paralel. Periode ini menuntut pengawasan keamanan ekstra karena permukaan serangan bertambah.

Audit dan tata kelola#

Pemerintah menyatakan fasilitas akan menjalani audit keamanan tahunan oleh pihak independen. Hasil ringkasannya dijanjikan untuk dipublikasikan, tanpa memuat detail teknis yang dapat dimanfaatkan penyerang.

Penulis

Dimas Aryanto

Reporter Teknologi

Fokus pada infrastruktur digital, keamanan siber, dan tata kelola data. Menulis kolom teknologi mingguan.

<h2 class="text-lg font-extrabold tracking-tight text-ink-900 sm:text-xl dark:text-white">Berita terkait</h2>