Pusat Data Nasional Tahap Dua Beroperasi, Fokus pada Pemulihan Bencana
Fasilitas pusat data nasional tahap kedua mulai beroperasi dengan fungsi utama sebagai lokasi pemulihan bencana bagi sistem pemerintahan.

Fasilitas pusat data nasional tahap kedua mulai beroperasi. Berbeda dari tahap pertama yang menampung beban kerja utama, fasilitas ini berfungsi sebagai lokasi pemulihan bencana bagi sistem pemerintahan.
Pemisahan lokasi sebagai prinsip dasar#
Kedua fasilitas berada di zona geologi berbeda dengan jarak lebih dari 400 kilometer. Pemisahan itu dirancang agar gangguan di satu lokasi, baik karena gempa maupun kegagalan pasokan listrik, tidak menghentikan layanan publik.
Replikasi data berlangsung asinkron dengan jeda di bawah lima menit untuk sistem prioritas tinggi seperti kependudukan dan perpajakan.
Migrasi bertahap#
Sebanyak 63 instansi dijadwalkan bermigrasi dalam 18 bulan. Urutannya ditentukan berdasarkan tingkat kekritisan layanan, dengan sistem administrasi kependudukan berada di gelombang pertama.
Risiko masa transisi
Audit dan tata kelola#
Pemerintah menyatakan fasilitas akan menjalani audit keamanan tahunan oleh pihak independen. Hasil ringkasannya dijanjikan untuk dipublikasikan, tanpa memuat detail teknis yang dapat dimanfaatkan penyerang.
Penulis
Dimas Aryanto
Reporter Teknologi
Fokus pada infrastruktur digital, keamanan siber, dan tata kelola data. Menulis kolom teknologi mingguan.